Tuesday, May 26, 2020

5 Gejala Aneh Virus Corona, Mulai dari Infeksi Jantung hingga Radang Otak


Kasir4D Sejak kemunculan pertamanya di akhir 2019 lalu, virus Corona COVID-19 mulai menyerang atau menginfeksi pada beberapa organ manusia. Utamanya virus ini menyerang paru-paru yang bisa menyebabkan pneumonia, gagal nafas, bahkan kegagalan organ multiple.

Setelah seseorang terinfeksi, akan muncul berbagai gejala seperti demam, batuk, dan sesak napas. Namun, ada juga beberapa gejala aneh yang menyerang berbagai organ vital tubuh, seperti jantung.

Mengutip dari National Geographic, berikut ini gejala-gejala aneh dan langka yang telah diteliti pada pasien COVID-19.


1. Kemungkinan infeksi jantung
Selain menimbulkan kerusakan pada paru-paru, virus Corona ini tampaknya bisa menimbulkan kerusakan pada jantung juga. Menurut penelitian di China, satu dari lima pasien COVID-19 disebut mengalami cedera pada jantungnya.

Jantung adalah organ terpenting yang bertugas untuk memompa darah ke seluruh tubuh, termasuk memasok oksigen dari paru-paru. Jika virus menyerang paru-paru, organ ini akan kurang efektif untuk memasok aliran darah.

Infeksi ini juga bisa menyempitkan arteri jantung, sehingga pasokan darah ke seluruh tubuh akan lebih sedikit. Lalu, jantung akan bekerja lebih keras hingga menyebabkan tekanan berlebih pada jantung.

Selain itu, satu gejala yang tidak biasa dan belum bisa dijelaskan adalah miokarditis, yaitu peradangan akibat infeksi yang bisa melemahkan otot jantung. Meskipun sampai saat ini belum ada yang bisa meyakinkan bahwa virus bisa menyerang otot jantung.

"Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana kita harus merawat pasien saat ini. Jika ada laki-laki berusia 75 tahun datang dengan keluhan sakit di dada, apakah itu serangan jantung atau COVID-19?" jelas profesor kardiologi di University Feinberg School of Medicine, Robert Bonow.

2. Pembekuan darah misterius
Pada sebagian pasien COVID-19, terjadi pembekuan darah. Seorang dokter dari Jerman, Rudolf Virchow menyebutkan tiga kemungkinan alasan yang bisa membuat darah membeku secara abnormal, yaitu:

- Jika ada lapisan pembuluh darah terluka, sehingga bisa melepaskan protein yang memicu pembekuan.
- Terjadi gumpalan yang disebabkan oleh berhentinya aliran darah.
- Kondisi pembuluh darah menjadi kacau, karena trombosis atau protein sirkulasi yang memperbaiki luka. Hal ini biasanya terjadi karena penyakit bawaan.

"Saya pikir, kami memiliki bukti bahwa tiga alasan ini sangat berperan untuk mengobati orang yang terlibat dengan COVID-19," kata profesor Kedokteran di rumah sakit University of Pennsylvania, Adam Cuker.

Namun, sampai saat ini belum ada yang mengetahui bagaimana darah bisa menggumpal dan terjadi di berbagai organ tubuh. Profesor Cuker mengatakan akan terus meneliti gejala ini dengan perspektif yang lebih luas. Togel Online

3. Stroke tak terduga
Pembekuan darah tersebut bisa meningkat menjadi gejala lainya yaitu stroke, meski tanpa ada gejala serta faktor risiko dari jantung. Meskipun mengejutkan, gejala ini seharusnya sudah bisa diperkirakan sebelumnya.

Hal ini mengingat pada kasus wabah SARS pada 2002-2003 juga menunjukkan gejala yang sama, tapi dari strain yang berbeda. Namun gejala ini masih belum bisa dijelaskan secara detail bagaimana itu bisa terjadi.

"Hampi semua hal yang kita lihat pada COVID-19 saat ini adalah hal-hal yang mungkin telah diperkirakan akan terjadi," ujar Kenneth Tyler, Ketua Departemen University of Colorado School of Medicine.

4. Radang otak
Adapun beberapa kasus yang menghubungkan pasien COVID-19 mengalami ensefalitis atau radang otak. Selain itu, ada juga sindrom yang disebut Guillain-Barré, yaitu kondisi sistem kekebalan tubuh yang menyerang saraf.

Di kasus yang lebih ringan, ensefalitis bisa menyebabkan gejala seperti flu. Jika kasus lebih parah, hal yang mungkin terjadi bisa menyebabkan kelumpuhan, kejang, dan kebingungan.

Para ilmuwan sampai saat ini masih terus menggali informasi untuk mengetahui mekanisme dari sindrom Guillain-Barré. Selain itu, mereka juga terus meneliti kemungkinan adanya keterkaitannya dengan sistem kekebalan tubuh.

5. Ruam
Gejala lain yang belum lama ditemukan dan dipastikan menjadi salah satu tanda seseorang terinfeksi virus Corona adalah adanya luka seperti ruam, hingga mirip sindrom Kawasaki.

Menurut profesor ahli Dermatologi di University of California, Profesor Kanade Shinkai, mengatakan untuk mengetahui gejala-gejala ini memerlukan penelitian yang lebih banyak. Di Italia bahkan telah mengidentifikasi 20 persen pasien COVID-19 mengalami gejala ruam ini.

Monday, May 25, 2020

Jepang Siap Cabut Status Darurat Virus Corona


Kasir4D Usai kasus virus Corona di Jepang dilaporkan menurun, status keadaan darurat nasional pun siap dicabut pada Senin (25/5/2020). Dibandingkan dengan daerah-daerah terdampak Corona lain, seperti Eropa, Amerika Serikat, Rusia, dan Brasil, setidaknya Jepang telah terhindar dari pandemi terburuk Corona dengan total infeksi 16.581 kasus dan 830 kematian.

Mengutip Channel News Asia, sebelumnya Perdana Menteri Shinzo Abe menyatakan keadaan darurat pada 7 April lalu. Bisnis dan sekolah didesak untuk tutup dan orang-orang diminta tetap tinggal di rumah.


Meski begitu, sebagian warga Jepang tampak tidak peduli pada imbauan tersebut. Jumlah kasus baru Corona di Jepang telah turun dari puncaknya yang semula melaporkan 700 per hari, kini hanya melaporkan beberapa lusin kasus Corona.

Jepang sendiri sebelumnya diketahui telah meningkatkan fasilitas medis dan mengaku lakukan tes massal dalam menghadapi pandemi Corona. Meski korban meninggal akibat Corona di Jepang tidak separah negara lainnya, ekonomi di Jepang dilaporkan menurun.

Tingkat kebersihan dan kesehatan umum yang tinggi di Jepang seperti melepas sepatu di dalam ruangan,penggunaaan masker yang serentak dilakukan ketika di luar rumah, membungkuk sebagai salam atau sapaan budaya Jepang, disebut memungkinkan Jepang lebih mudah mengatasipandemi virus Corona. Togel Online

Sunday, May 24, 2020

China Catat Nol Kasus Baru Corona, Pertama Kali Sejak Wabah COVID-19 Merebak


Kasir4D Otoritas China melaporkan nol kasus baru infeksi virus Corona pada 22 Mei, pertama kalinya sejak wabah COVID-19 merebak di Wuhan di akhir 2019 lalu.

Komisi Kesehatan Nasional China (NHC), dalam sebuah pernyataan mengatakan tak ada tambahan kasus infeksi Corona dalam 24 jam terakhir dibandingkan hari sebelumnya yang masih mencatatkan empat kasus penularan baru. Dua di antaranya adalah kasus impor.

"Kasus tanpa gejala COVID-19 turun menjadi 28 dari 35 sehari sebelumnya," tulis NHC dikutip dari Reuters.


China telah mengalami penurunan kasus virus Corona yang ditularkan secara lokal sejak Maret setelah adanya pemberlakukan pembatasan dan lockdown untuk membantu mengendalikan epidemi di negara tersebut.

Meski demikian, otoritas China menyebut masih terus melihat banyaknya kasus impor terutama pada warga Tiongkok yang baru kembali dari luar negeri.

Wuhan juga melaporkan kelompok infeksi pertama sejak lockdown berakhir pada 8 April lalu yang mendorong pemerintah tetap menerapkan langkah-langkah penanggulangan.

Jumlah kasus yang dikonfirmasi di China saat ini mencapai 82.971. Sementara itu jumlah kematian tidak berubah atau tidak mengalami kenaikan di angka 4.634. Togel Online

Friday, May 22, 2020

Vaksin Corona Belum Tersedia, Ilmuwan AS Minta Jangan Terlalu Diharapkan


Kasir4D Saat ini, kehadiran vaksin sangat dinantikan oleh masyarakat di dunia untuk mengatasi pandemi virus Corona COVID-19 yang tak kunjung usai. Berbagai penelitian mulai berdatangan dan berlomba untuk mencari siapa yang paling cepat dan ampuh untuk meredakan pandemi ini.

Namun, ilmuwan ternama asal Amerika Serikat malah meminta orang-orang di dunia untuk tidak terlalu berharap dan bergantung pada vaksin. Ilmuwan sekaligus peneliti di bidang kanker, HIV-AIDS, dan genom manusia, William Haseltine, mengatakan cara terbaik untuk mengendalikan Corona dengan pelacakan infeksi dan isolasi yang ketat.

"Tidak hanya karena kita tidak memilikinya (vaksin) sekarang. Mungkin kita akan memilikinya nanti, tapi belum tahu kapan pastinya," kata Haseltine yang dikutip dari Reuters, Jumat (22/5/2020).

Haseltine pun meminta orang-orang agar tidak mudah percaya dengan banyak pihak yang mengklaim bisa menyediakan vaksin dalam waktu dekat. Tak hanya itu, dia pun ragu apakah vaksin itu nantinya akan efektif melindungi manusia dari virus.


Ia menjelaskan, setiap vaksin Corona yang sebelumnya pernah dibuat, seperti vaksin SARS dan MERS tidak begitu efektif dalam melindungi manusia. Itu karena kedua vaksin tersebut gagal untuk melindungi selaput lendir di hidung yang menjadi pintu masuk virus ke tubuh.

Tetapi, Haseltine tetap yakin bahwa virus Corona bisa dikendalikan manusia, meskipun tanpa adanya vaksin atau obat.

"Kamu bisa mengontrolnya tanpa vaksin atau obat. Caranya dengan tiga prinsip dasar, yaitu identifikasi mereka yang terinfeksi, identifikasi mereka yang terpapar, dan isolasi secara paksa semua orang yang terpapar," jelasnya. Togel Online

Sebagai contoh, Haseltine menyebut China, Korea Selatan, dan Taiwan berhasil melewati pandemi dengan strategi tersebut. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa tes vaksin COVID-19 pada hewan memang mengurangi jumlah virus dalam organ, tetapi tidak menghentikan penularannya.

Wednesday, May 20, 2020

Mengapa Ada Pasien Corona Alami Gangguan Indra Perasa dan Pencium?


Kasir4D Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mencatat sembilan gejala baru virus Corona COVID-19. Salah satunya gangguan pada indra pencium dan perasa.

Mengutip USA Today, CDC mengatakan gejala-gajala baru virus Corona termasuk gangguan indra perasa dan pencium baru akan muncul 14 hari setelah terpapar Corona.

Bagaimana sebenarnya virus Corona dapat memicu gejala baru tersebut?


Gangguan indra perasa dan pencium juga disebut anosmia. Para ahli mengatakan kerusakan saraf di rongga hidung adalah penyebab dari kondisi anosmia.

"Dengan cara yang sama kita memiliki ujung saraf yang merangsang seseorang untuk batuk, kita memiliki ujung saraf di hidung kita yang bertanggung jawab atas indra penciuman kita," kata Viscidi.

"Itu bisa menjadi tanda bahwa ujung saraf meradang," lanjutnya.

Menurut penelitian Jurnal Chemicel Senses, reseptor utama terletak di dua lorong sempit yang disebut celah penciuman. Jika celah penciuman ini meradang, reseptor bau tidak dapat mendeteksi aroma. Togel Online

Para ahli mengatakan gejala aneh ini biasanya muncul pada pasien di bawah usia 40 tahun. Gejala ini menandakan virus Corona berada di saluran pernapasan bagian atas.

Hal ini biasanya merupakan penanda untuk gejala virus Corona COVID-19 ringan dan kemungkinan tidak berkembang ke kondisi yang parah atau kritis.

Tuesday, May 19, 2020

Pasien Positif Corona Keliaran Pakai Masker Tak Jamin Putus Penularan COVID-19


Kasir4D Pada Minggu (17/5/2020) seorang pasien positif virus Corona COVID-19 di Kota Bandung diketahui berkeliaran di pasar kaget kawasan Cibiru. Pasar kaget tersebut berada tak jauh dari rumah pasien.
Saat dikonfirmasi, Camat Cibiru Didin Dirkayuana membenarkan kejadian tersebut. Didin menjelaskan bahwa pasien menggunakan masker saat mendatangi pasar kaget.

"Ada satu orang yang memang positif itu dia berkeliaran. Informasi yang datang kepada kami, kemarin dia datang ke pasar kaget," kata dia saat dikonfirmasi, Senin (18/5/2020).


Dokter paru dari Omni Hospitals Pulomas, dr Frans Abednego Barus, SpP, mengatakan pasien positif Corona yang memakai masker bukan berarti tidak menimbulkan risiko terjadinya penularan.

"Jadi kalau ditanya apakah masih bisa menular? Iya sepanjang dia melakukan dengan baik sih penularannya akan kecil," ujar dr Frans saat dihubungi detikcom Selasa (19/5/2020).

Menurutnya, banyak masyarakat masih belum mematuhi pemakaian masker yang benar. Selain itu, penggunaan masker menurut dr Frans, hanya menurunkan risikonya, tidak memutus penularan.

"Pemakaian masker di masyarakat itu kadang-kadang tidak mematuhi pemakaian masker yang benar. Kita tidak pastikan penularan akan terjadi. Kan itu menurunkan risiko penularan, bukan penularannya tidak terjadi," tambahnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk menggunakan pemakaian masker yang benar, terlebih bagi orang yang sudah dinyatakan positif Corona. dr Frans pun mengingatkan untuk tetap melakukan isolasi mandiri dan tidak bepergian kemanapun. Togel Online

Monday, May 18, 2020

Usus, Ginjal, dan Organ Lain yang Disebut Bisa Terinfeksi Virus Corona


Kasir4D Virus Corona penyebab COVID-19 tidak hanya menyerang paru-paru dan saluran pernapasan. Studi terbaru menunjukkan, virus Corona dapat menginfeksi organ di seluruh tubuh seperti jantung, hati, otak, ginjal dan usus.

Temuan ini menjadi alasan COVID-19 menimbulkan banyak gejala yang berbeda pada setiap orang. 

Beberapa gejala yang tak terlalu umum diketahui sangat beragam mulai dari diare, gatal-gatal, pembekuan darah, hingga gagal ginjal.


Penelitian dari Jie Zhou dan rekan-rekannya di Universitas Hong Kong mendapati virus menyebar dan berkembang serta bereplikasi di usus.

"Saluran usus manusia mungkin merupakan rute transmisi SARS-CoV-2," tulis peneliti dalam laporan yang diterbitkan di Nature Medicine.

Sementara studi lainnya yang dilakukan oleh para peneliti dari University Medical Center Hamburg-Eppendorf, Jerman, menemukan virus Corona pada berbagai organ pasien COVID-19 yang telah meninggal dunia.

Temuan ini didapat setelah peneliti melakukan autopsi pada 27 pasien yang sudah meninggal dunia.

"SARS-CoV-2 dapat dideteksi di banyak organ, termasuk paru-paru, faring, jantung, hati, otak, dan ginjal," tulis peneliti dalam laporan yang diterbitkan di New England Journal of Medicine. Togel Online

Sunday, May 17, 2020

Kisah Wanita yang Dinyatakan Dua Kali Positif Corona dan Berhasil Sembuh


Kasir4D Seorang wanita asal AS dinyatakan dua kali positif Corona. Wanita berusia 66 tahun ini pertama kali dinyatakan positif Corona pada akhir Maret lalu.

Usai dirawat di Desert Valley Hospital, Victorville, California, AS, ia akhirnya dinyatakan pulih tepatnya pada 3 April. Namun dua hari setelahnya ia kembali dirawat di rumah sakit yang sama dan hasil tes mengatakan ia kembali positif Corona.

"Saya pikir ini sudah berakhir (penyakitnya). Semua orang mengira ini sudah berakhir," kata wanita yang dinyatakan dua kali positif Corona, Janice Brown, kepada Los Angeles Times.


Pihak rumah sakit mengaku kasus yang terjadi pada Brown adalah kasus pertama di RS tersebut. Mulanya, Brown berhasil sembuh dari infeksi virus Corona pertamanya usai satu bulan penuh menjalani perawatan intensif.

Namun tiba-tiba saja ia mengeluhkan kondisi suhu tubuh yang tinggi. Benar saja, ketika ia kembali ke rumah sakit, pihak RS menyatakan dirinya kembali terinfeksi virus Corona COVID-19.

Imam Siddiqui, dokter dari wanita tersebut mengaku belum bisa memastikan apa yang terjadi pada Brown. Banyak dugaan terkait reinfeksi atau reaktivasi terhadap kasus yang serupa seperti dialami Brown, bahkan di beberapa negara. Togel Online

"Brown adalah pasien pertama yang kembali ke rumah sakit yang dites positif lagi. Apakah itu infeksi ulang atau infeksi yang sama? Kami tidak tahu," ujar dr Imran.

Meski begitu, usai menjalani perawatan kedua kalinya, Brown kini sudah kembali pulih. Ia pun diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

Saturday, May 16, 2020

Dokter di China Ungkap Efek Jangka Panjang Baru dari Virus Corona


Kasir4D Para dokter di China yang lebih lama mempelajari virus Corona COVID-19, kini kembali mengungkapkan efek jangka panjang baru pada tubuh pasien yang telah sembuh dan sangat mengkhawatirkan.

Komisi Kesehatan Nasional China sebelumnya mencatat bahwa beberapa pasien COVID-19 yang sembuh bisa mengalami kerusakan jangka panjang pada jantung, paru-paru, kehilangan fungsi otot, dan gangguan psikologis. 

Sementara sebagian lainnya hanya mengalami gejala dan efek yang ringan dari penyakit tersebut, yang akan hilang dalam waktu yang singkat.


Selain itu, mereka juga mengumumkan kerusakan pada organ berupa aritmia jantung atau angina pun termasuk dalam efek jangka panjang dari COVID-19. 

Tak hanya itu, virus ini juga bisa menyebabkan depresi, insomnia, gangguan makan, berbagai masalah mental, neurologis, sehingga kehilangan fungsi tungkai.

Namun, satu dampak fisik yang belum tercatat adalah gagal ginjal. Berdasarkan sebuah penelitian di jurnal Kidney International, dari 5.449 pasien Corona yang dites di fasilitas medis Northwell Health di Great Neck, New York State, 1 dari 3 pasien mengalami masalah ginjal yang parah.

Menurut peneliti utama Kenar Jhaveri, kepala asosiasi nefrologi di Northwell, lebih dari 14,3 persen dari pasien tersebut memerlukan dialisis ginjal. Togel Online

Dialisis ginjal merupakan penyaringan limbah atau cairan dalam tubuh dengan mesin, atau sering disebut cuci darah.

Dikutip dari Daily Star, pada pasien yang lebih muda virus Corona bisa memicu munculnya penyakit seperti sindrom Kawasaki. Sindrom ini menyebabkan demam tinggi, ruam, mata merah, dan pembengkakan kelenjar.

Friday, May 15, 2020

Slovenia Jadi Negara Eropa Pertama yang Akhiri Wabah Corona


Kasir4D Pemerintah Slovenia secara resmi menyatakan berakhirnya status wabah virus Corona di negaranya, pada Kamis malam (14/5/2020). Slovenia sendiri menjadi negara Eropa pertama yang mengumumkan berakhirnya status wabah virus ini.

Keputusan pemerintah Slovenia ini diambil setelah negara itu mengkonfirmasi kurang dari 7 kasus baru virus Corona yang terjadi setiap hari, selama dua minggu terakhir ini. Sebelumnya, Slovenia menyatakan Corona sebagai wabah pada 12 Maret 2020 lalu.


"Slovenia telah menjinakkan epidemi ini selama dua bulan terakhir. Hari ini, Slovenia telah memiliki gambaran epidemiologi terbaik di Eropa," kata Perdana Menteri, Janez Janza yang dikutip dari Reuters, Jumat (15/5/2020).

Adanya pernyataan ini pun sedikit melonggarkan beberapa peraturan dan kebijakan yang dilakukan Slovenia selama pandemi. Salah satunya, bantuan keuangan yang diberikan pada masyarakat dan perusahaan yang terdampak sampai akhir Mei ini.

Untuk warga asing yang menunjukkan gejala COVID-19, pemerintah tetap tidak akan mengizinkannya masuk ke Slovenia. Selain itu, karantina selama 14 hari akan tetap berlaku untuk pendatang, kecuali para pengangkut kargo dan diplomat. Togel Online

Bagi warganya, pemerintah masih akan terus memberlakukan aturan dasar untuk mencegah adanya kemungkinan penyebaran infeksi virus Corona ini lagi.

Wednesday, May 13, 2020

Masih Laporkan Nol Kasus Kematian, Bagaimana Strategi Vietnam Hadapi Corona?


Kasir4D Hingga kini, Vietnam tidak memiliki satu pun kasus kematian akibat virus Corona COVID-19. Karenanya, Vietnam menjadi sorotan di dunia sebab dinilai berhasil tangani Corona.

Mengutip data worldometers pada Rabu (13/5/2020), kasus Corona di Vietnam sebanyak 288 kasus dan 252 di antaranya dilaporkan sembuh dengan 0 kasus kematian. Tentu hal ini adalah pencapaian di tengah pandemi Corona di saat negara lain kembali melaporkan lonjakan kasus Corona dan tengah mewaspadai gelombang kedua.

Melansir abc.net.au, Hung Le Thu, seorang analisis di Australian Strategic Policy Institute mengatakan para pakar termasuk ahli epidemiolog di Australia pun tak meragukan data yang dilaporkan Vietnam terkait tidak adanya kasus kematian Corona.

"Saya tidak melihat tanda bahaya mengenai ketepatan atau kurangnya transparansi dalam jumlah," kata Sharon Kane, direktur negara Vietnam di Plan International, sebuah LSM yang bekerja pada kesehatan masyarakat.


"Ada realisasi dan pelaporan yang jujur oleh pemerintah sejak awal Januari tentang terbatasnya sumber daya klinis yang tersedia jika epidemi ini terjadi, sehingga Vietnam dengan cepat berusaha menjaga wabah tetap terkendali," lanjut Sharon.

Bergerak dengan cepat dan tegas
Kunci keberhasilan Vietnam dinilai berasal dari pengujian strategis, penelusuran kontak yang agresif, dan kampanye komunikasi publik yang efektif. "Sejak awal, dipahami bahwa ini adalah sesuatu yang sangat serius, virus yang dapat menginfeksi semua orang," kata dr Le Thu.

"Bukan hanya orang yang terpengaruh tetapi semua orang di sekitar mereka," lanjut dr Le Thu.

Vietnam diketahui melaporkan kasus pertamanya pada 22 Januari lalu dan saat itu Vietnam dengan cepat bergerak untuk membentuk gugus tugas menteri yang dikenal sebagai Komite Pengarah Nasional soal Pencegahan dan Kontrol COVID-19.

"Latihan penilaian risiko pertama dilakukan pada awal Januari segera setelah kasus-kasus di China mulai dilaporkan," kata perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia untuk Vietnam, Kidong Park, mengatakan kepada AAP.

Vietnam pun dikatakan bertindak lebih cepat daripada negara mana pun di dunia di luar China.

Pembatasan penerbangan
Pada 1 Februari lalu, perusahaan penerbangan Vietnam Airlines mengumumkan penangguhan semua penerbangan ke dan dari China, Hong Kong, dan Taiwan. Perbatasan ditutup segera setelah itu, menangguhkan semua penerbangan internasional pada 21 Maret.

"Ada banyak pelajaran dari epidemi SARS tahun 2003, dan pemerintah secara cerdik menggunakan pengalaman yang kaya ini dan bertindak secara bertanggung jawab," kata Sharon Kane. Togel Online

Mereka yang kembali ke Vietnam diharuskan untuk karantina selama 14 hari di fasilitas yang didanai dan dioperasikan oleh pemerintah. Vietnam telah mengisolasi semua orang yang bahkan dicurigai terinfeksi. Puluhan ribu orang telah dikarantina.

Pada awal Maret, para ilmuwan Vietnam telah mengembangkan beberapa alat uji berbiaya rendah. "Pada saat itu, AS bahkan tidak memiliki tes yang efektif, Vietnam punya tiga," jelas Mike Toole, seorang spesialis penyakit menular dengan Burnet Institute yang berbasis di Melbourne, mengatakan kepada ABC.

Protokol kesehatan yang ketat
Sementara Vietnam mendorong kebiasaan positif seperti menggunakan hand sanitizer dan pemerintah mewajibkan untuk mengenakan masker saat berada di luar pada 16 Maret. Bagi mereka yang melanggar bisa terkena hukuman keras.

"Sudah menjadi masalah patriotisme untuk mencuci tangan dan tetap di rumah, sebuah pesan yang telah berhasil dikomunikasikan melalui berbagai bentuk seni populer dan propaganda tentang COVID-19," kata dr Le Thu.

Slogan termasuk 'tinggal di rumah adalah mencintai negara Anda', 'menjaga jarak sosial adalah bentuk patriotisme', dan 'virus adalah musuh Anda' pun dinilai sebagai bentuk himbauan yang kreatif dan efektif.

"Pemerintah sangat kreatif. Setiap hari, berbagai bagian pemerintah akan mengirim pesan kepada warga dengan informasi," kata Profesor Toole.

Dengan tidak ada kasus lokal yang dilaporkan dalam hampir sebulan, Vietnam telah membuka kembali bisnis dan tempat wisata. Sekolah telah dibuka kembali namun tetap memerhatikan langkah-langkah social distancing.

Tuesday, May 12, 2020

Seberapa Buruk Gelombang Kedua Corona Saat Negara Mulai Longgarkan Lockdown?


Kasir4D Laporan baru dari para pakar kesehatan memperingatkan bahwa hal yang harus dikhawatirkan saat ini adalah seberapa besar dan seberapa buruk gelombang kedua virus Corona COVID-19. Hal ini menyusul negara-negara mulai melonggarkan pembatasannya.

Di antara negara yang terdampak virus Corona, ada yang sudah mencapai jumlah penurunan kasus yang cukup signifikan. Setelah karantina berminggu-minggu, sebagian besar negara akhirnya mulai membuka dan menjalankan aktivitas seperti biasa.

Namun keputusan ini dianggap 'agak kacau' setelah munculnya kembali kasus pada beberapa negara yang berhasil menurunkan kurva infeksi Corona.


Ahli kesehatan masyarakat juga memperingatkan bahwa seluruh dunia harus mempersiapkan skenario terburuk dari gelombang kedua virus Corona.

Beberapa prediksi menyatakan gelombang kedua mungkin lebih besar daripada yang pertama dengan kemungkinan akan kembali bersamaan dengan musim flu tahunan.

"Akan ada gelombang kedua, tetapi masalahnya akan sejauh mana. Apakah itu gelombang yang kecil atau besar? Masih terlalu dini untuk mengatakan," tutur Olivier Schwartz, kepala unit pencegahan virus dan kekebalan di Institut Pasteur Prancis, dikutip dari Medical Daily.

Terlebih, ada negara yang mulai melonggarkan pembatasan meski angka penularan dan penyebaran masih terus meningkat setiap hari. Togel Online

"Jangan salah, virus ini masih beredar di komunitas kami bahkan mungkin lebih (banyak) daripada minggu-minggu sebelumnya," sebut Linda Ochs, direktur Departemen Kesehatan di Shawnee County, Kansas.

Lebih jauh, jika gelombang kedua kembali selama bulan-bulan musim dingin, maka angkanya pasti akan naik secara signifikan, kecuali sudah benar-benar bersiap untuk skenario terburuk.

Monday, May 11, 2020

Sering Bermutasi, Virus Corona Diduga Beradaptasi pada Manusia


Kasir4D Para ilmuwan temukan bukti mutasi pada beberapa strain virus Corona COVID-19 menjadi dugaan patogen beradaptasi ke manusia usai dibawa oleh kelelawar. Analisis pada lebih dari 5.300 genom virus Corona di 62 negara menunjukkan bahwa virus Corona cukup stabil.

Mengutip The Guardian, peneliti di London School of Hygiene and Tropical Medicine menekankan bahwa masih belum jelas bagaimana mutasi berdampak terhadap virus Corona. Beberapa mengalami mutasi, termasuk dua perubahan genetik yang mengubah spike protein kritis yang digunakan virus untuk menginfeksi sel manusia.

Perubahan muncul secara independen di berbagai negara memicu penyebaran virus Corona menjadi lebih mudah. Namun, profesor penyakit menular dan penulis senior dalam penelitian, Martin Hibberd mengatakan, kondisi ini memerlukan pengawasan global sehingga perubahan-perubahan yang mengkhawatirkan dapat ditangani dengan cepat.


Studi mengungkap sejak awal bahwa bentuk protein spike memungkinkan untuk mengikat sel manusia dengan lebih efisien daripada SARS. Perbedaan ini kemungkinan telah membantu virus Corona jenis baru menginfeksi lebih banyak orang dan menyebar dengan cepat di seluruh dunia.

Para ilmuwan khawatir jika mutasi yang lebih luas pada protein spike terjadi, bukan hanya akan menyebabkan perubahan pada cara virus berperilaku.

Karena protein spike merupakan target utama vaksin yang tengah dikembangkan di seluruh dunia. Jika protein spike ini banyak mengalami perubahan, vaksin pun memiliki kemungkinan menjadi tidak berfungsi.

"Ini adalah peringatan dini. Bahkan jika mutasi ini tidak penting dalam pengembangan vaksin, mutasi lain mungkin penting" kata Hibberd. Togel Online

"Kita perlu menjaga pengawasan kita sehingga kita tidak menggunakan vaksin yang hanya bekerja melawan beberapa strain saja" kata dia.

Sunday, May 10, 2020

Wuhan Laporkan Kasus Pertama Setelah Sebulan Lebih Bebas Corona


Kasir4D Wuhan sebelumnya menyatakan bebas Corona usai melaporkan pasien Corona terakhir dalam kondisi parah sembuh dan sudah dipulangkan. Hal ini dilaporkan secara resmi oleh juru bicara Komisi Kesehatan setempat.
 

"Dengan upaya bersama Wuhan dan bantuan medis nasional yang diberikan kepada provinsi Hubei, semua kasus COVID-19 di Wuhan diselesaikan pada 26 April," kata Mi Feng, juru bicara Komisi Kesehatan Nasional mengatakan pada Minggu sore akhir April lalu.

Namun kemarin, Komisi Kesehatan Nasional China melaporkan adanya penambahan 14 kasus virus Corona baru yang dikonfirmasi pada 9 Mei.



Penambahan kasus tersebut menjadi jumlah tertinggi sejak 28 April lalu, termasuk adanya kasus pertama Corona yang dilaporkan di Wuhan usai lebih dari sebulan virus Corona tidak terdeteksi di Wuhan.

Menurut komisi kesehatan setempat, laporan kasus menjadi kasus baru pertama Corona sejak 3 April lalu di Wuhan tidak menunjukkan gejala virus Corona COVID-19. Meski begitu tidak ada kasus kematian baru yang dilaporkan.

Sementara China telah secara resmi menetapkan semua wilayah negara itu sebagai risiko rendah Kamis lalu, kasus-kasus baru menurut data yang diterbitkan pada hari Minggu menunjukkan adanya lompatan dari kasus tunggal yang dilaporkan di hari sebelumnya. Jumlah itu berasal dari 11 orang di kota Shulan di provinsi Jilin timur laut. Togel Online

Selain dari cluster Shulan dan kasus Wuhan, dua kasus baru yang dikonfirmasi adalah kasus Corona impor. Dikatakan pula, kasus asimptomatik yang baru ditemukan mencapai 20, tertinggi sejak 1 Mei dan naik dari 15 hari sebelumnya.

Saturday, May 9, 2020

Bukan Suhu Panas, Ini Cara Tepat untuk Atasi Penyebaran Virus Corona


Kasir4D Para ilmuwan di Kanada mengatakan bahwa suhu panas tidak akan menghambat penyebaran virus Corona COVID-19.

Hal ini diungkapkan peneliti yang meneliti penyebaran COVID-19 di seluruh dunia pada akhir Maret, di wilayah dengan kelembapan, suhu atau garis lintang, dan ukuran kesehatan masyarakat yang berbeda.

Dalam penelitiannya, Dr Peter Juni dari University of Toronto, mengatakan bahwa hanya ada sedikit atau bahkan tidak ada hubungan sama sekali antara penyebaran infeksi dan suhu. Tetapi, ada sedikit keterkaitan dengan kelembapan.



 
"Kami sebelumnya pernah meneliti keterkaitan antara infeksi dan suhu atau garis lintang. Tapi, setelah dikaji kembali, hasilnya malah sebaliknya," katanya yang dikutip dari Independent.

Menurut Profesor Dionne Gesink, ahli epidemiologi dari University of Toronto, berbagai kebijakan dan upaya pencegahan yang diterapkan saat ini lebih membantu.


Misalnya seperti penutupan sementara sekolah dan jaga jarak atau physical distancing, menjadi cara yang tepat untuk membatasi penyebaran virus. Togel Online

"Hal penting yang harus diketahui, musim panas tidak akan membuat wabah itu pergi. Namun, jika semakin banyak upaya pencegahan yang dilakukan di masyarakat seperti physical distancing, akan semakin besar dampaknya untuk memperlambat pertumbuhan pandemi ini (virus Corona)," jelasnya.

Friday, May 8, 2020

Ilmuwan Italia Klaim Temukan Vaksin Corona Pertama di Dunia


Kasir4D Para Ilmuwan di Italia mengklaim telah mengembangkan vaksin pertama di dunia yang dapat menetralkan virus Corona COVID-19.

Dikutip dari Independent, uji coba dilakukan di Lazzaro Spallanzani Hospital, yang memang mengkhususkan pada penyakit menular.

Di tubuh tikus, vaksin tersebut mampu menghasilkan antibodi, dan dipercaya akan bekerja juga di tubuh manusia.


"Menurut Rumah Sakit Spallanzani, sejauh yang kami tahu kami adalah yang pertama di dunia yang menunjukkan netralisasi virus Corona dengan vaksin," kata Luigi Aurisichhio, kepala eksekutif Takis Biotech.

"Kami berharap ini terjadi pada manusia juga. Diharapkan uji coba vaksin pada manusia akan dilakukan setelah musim panas ini," lanjutnya.

Menurut Aurisicchio, para peneliti akan bekerja keras dalam mengembangkan vaksin. Ini dilakukan agar vaksin bisa segera digunakan untuk semua orang.

"Untuk mencapai tujuan ini, kami membutuhkan dukungan dari berbagai lembaga dan mitra nasional dan internasional untuk membantu dalam percepatan proses pembuatan vaksin," ucap Aurisicchio. Togel Online

Dalam penelitian itu, terdapat lima kandidat vaksin yang menghasilkan 'respons antibodi yang kuat' dan dua di antaranya menunjukkan respons yang sangat kuat.

Rencana pada uji coba vaksin berikutnya bertujuan untuk mengetahui dan menentukan berapa lama respons imun dapat berlangsung.

Wednesday, May 6, 2020

Pada Jarak Satu Meter, Risiko Tertular Corona 10-30 Kali Lebih Tinggi


Kasir4D Kepala penasihat ilmiah Pemerintah Inggris sekaligus ilmuwan, Sir Patrick John Thompson Vallance, mengatakan bahwa saat menjaga jarak hanya satu meter bisa berisiko tertular virus Corona COVID-19 10-30 kali lebih tinggi.

Menurutnya, jarak dua meter merupakan aturan yang bisa menjadi peluang untuk menghindari risiko tertular. Jika hanya berdiri dengan jarak satu meter dari orang yang terinfeksi, kemungkinan seseorang bisa tertular hanya dalam waktu 6 detik.
 
 
"Dalam hal ini, jarak adalah bagian yang sangat penting. Jika hanya berjarak satu meter, itu akan berisiko sekitar 10-30 kali lebih tinggi daripada berjarak dua meter dari orang yang mungkin sudah terinfeksi," jelas Sir Patrick.

Hal ini diungkapkan setelah beberapa perusahaan di negara tersebut mulai mempekerjakan kembali karyawannya. Untuk mencegah penularan, Sekretaris Pertahanan Inggris pun mengatakan bisa dicegah dengan penggunaan masker atau alat pelindung diri (APD).

Meski setuju dengan pernyataan tersebut, Sir Patrick tetap menegaskan jaga jarak dua meter akan lebih aman. Penggunaan masker bisa dijadikan satu pilihan, jika memang situasi tidak memungkinkan untuk seseorang menjaga jarak dengan orang lain.

"Sebagian orang yang sudah terinfeksi virus Corona memang mendapatkan semacam antibodi, tapi bukan berarti mereka kebal," lanjutnya yang dikutip dari Daily Star.

"Tidak ada yang bisa bebas dari risiko virus ini. Tetap jaga jarak dua meter, jauhi tempat atau daerah yang bisa membawa risiko virus, dan yang terpenting kita butuh sistem yang bisa efektif mengawasinya," kata Sir Patrick. Togel Online

Tuesday, May 5, 2020

Terjadi di Indonesia, Orang-orang Ini Dua Kali Positif Corona


Kasir4D Ajudan Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah (Ijeck), Ori Kurniawan, kembali positif virus Corona usai dinyatakan sembuh beberapa waktu lalu. Gugus Tugas COVID-19 Sumut menduga ini merupakan pertama kali terjadi di Indonesia.

"Sepengetahuan saya pribadi, saya baru dengar ini (positif kembali usai sembuh di Indonesia)," ujar Jubir Gugus Tugas COVID-19 Sumut, Mayor Kes Whiko Irwan, Selasa (5/5/2020).

Faktanya, Jubir Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Blitar, Krisna Yekti sempat membeberkan, kasus dua warga yang dinyatakan positif Corona yakni wanita (37) asal Kecamatan Srengat dan wanita (69) asal Kecamatan Selopuro.

https://bit.ly/kasir4d

Dari kasus dua warga Kabupaten Blitar ini disebutnya ada yang mengalami reaktivasi.

"Yang Srengat, ini dulunya PDP dari klaster pelatihan petugas haji dan dinyatakan sembuh pada 1 April. Hasil swab kedua negatif, keluar rumah sakit kemudian isolasi mandiri.

Tapi yang bersangkutan mengalami gejala klinis lagi, dites rapid positif (reaktif). Lalu di tes swab tanggal 15 April dan hari ini hasilnya keluar terkonfirmasi positif," jelas Krisna di grup percakapan jurnalis COVID-19 Blitar, Selasa (28/4/2020).

Kondisi sembuh usai dilaporkan positif bisa terjadi karena reinfeksi atau reaktivasi.

Perbedaan keduanya sempat dijelaskan Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman (LBME), Prof Amin Soebandrio, beberapa waktu lalu.

"Reaktivasi itu berarti virus masih ada di dalam tubuh. Jadi di tenggorokan sudah tidak ada dan tidak terdeteksi, tapi mungkin virusnya masih ada di organ lain," kata Prof Amin. Togel Online

Sementara reinfeksi dikatakan seseorang yang kembali terpapar Corona. Hal ini bisa terjadi meski telah melakukan karantina mandiri selama dua minggu setelah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

"Kalau sistem kekebalan yang dimiliki tidak terlalu baik, maka mungkin saja dia terpapar lagi dan bisa sakit lagi," jelas Prof Amin.

Monday, May 4, 2020

Jika Ragu Cek Kesehatan ke RS karena Wabah Corona? Ini Saran Dokter


Kasir4D Wabah virus Corona COVID-19 membuat sebagian orang khawatir cek kesehatan di klinik atau rumah sakit (RS). Salah satu alasannya karena takut tertular oleh virus dari salah satu pasien atau tenaga medis yang ada di fasilitas kesehatan.

Ahli jantung sekaligus influencer kesehatan dr Vito A Damay, SpJP(K), Mkes, FIHA, FICA, FAsCC, dari Siloam Hospital Lippo Village mengatakan ia sendiri beberapa kali menemukan pasien tanda-tanda serangan jantung lewat konsultasi jarak jauh (telemedicine).



 
"Berulang kali saya dapatkan ini di layanan aplikasi telemedisin dan saya segera bilang ini harus ke RS. Pasien kadang takut karena khawatir tertular COVID," kata dr Vito pada detikcom, Senin (4/5/2020).

Jadi kapan kita harus cek kesehatan karena sakit di masa pandemi ini?

dr Vito menjelaskan hal pertama yang harus diperhatikan adalah bila terjadi gangguan atau masalah kesehatan mendadak dan kondisinya semakin parah. Pada kondisi serangan jantung contohnya bila terasa nyeri dada seperti dihimpit yang kemudian terus menjalar ke bagian tubuh lain. Togel Online

Berikut panduan dr Vito saat harus cek kesehatan ke klinik dan rumah sakit:

1. Kondisi darurat dan harus mendapat penanganan segera.
2. Pakai masker dan bawa hand sanitizer bila tidak yakin akan mudah menemukan tempat cuci tangan dengan air mengalir serta sabun
3. Hindari sentuh muka atau perbaiki masker bila belum cuci tangan
4. Hindari pegang barang-barang di rumah sakit
5. Aktif jaga jarak dengan orang lain minimal satu meter

Sunday, May 3, 2020

Nyeri Otot Biasa Vs Gejala Corona, Bagaimana Membedakannya?


Kasir4D Baru-baru ini, The US Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengumumkan 6 gejala terbaru virus Corona COVID-19. Tidak melulu batuk dan demam lho, keluhan-keluhan ringan seperti nyeri otot ternyata juga bisa mengindikasikan infeksi virus tersebut.
Keenam gejala yang dikategorikan baru tersebut adalah:

Nyeri otot
Menggigil
Sakit kepala
Sakit tenggorokan
Kehilangan indra penciuman
Kehilangan indra perasa

 
Di antara keenam gejala tersebut, nyeri otot termasuk salah satu yang akrab dengan keseharian. Siapa sih yang tidak pernah merasakan nyeri otot?

Tapi tenang, tidak semua keluhan nyeri otot menandakan ada infeksi virus Corona. Masih banyak penyebab lain, misalnya kelelahan usai berolahraga.

Beberapa fakta seputar nyeri otot dan kaitannya dengan COVID-19 adalah sebagai berikut, dikutip dari Health.com.

Nyeri otot seperti apa yang mengindikasikan virus Corona?
Sulit dipastikan, tetapi ada beberapa hal yang membedakannya dengan nyeri otot biasa. Misalnya nyeri otot seusai olahraga, biasanya terlokalisir di bagian tertentu. Sedangkan pada gejala COVID-19, nyeri otot lebih bersifat umum atau menyeluruh.

Keduanya juga bisa dibedakan dari lamanya waktu untuk sembuh. Nyeri otot karena olahraga biasanya hilang dalam 2-3 hari, sedangkan nyeri otot karena infeksi bisa memakan waktu hingga sepekan atau bahkan lebih.

Bagaimana mengatasinya?
Nyeri otot akibat olahraga bisa diredakan dengan kompres dingin, rolling, peregangan ringan, atau pijat. Selain itu, bisa dicegah dengan pemanasan yang cukup sebelum berolahraga.

Pada COVID-19 maupun infeksi lainnya, nyeri otot butuh penanganan berbeda. Kadang-kadang, dibutuhkan obat-obat pereda nyeri dan jika tidak mereda maka disarankan untuk periksa ke dokter. Togel Online

Seberapa sering menyertai virus Corona?
Tidak ada data yang pasti, tetapi organisasi kesehatan dunia WHO menyebut nyeri otot atau myalgia lebih jarang ditemukan dibandingkan gejala virus corona lainnya.

Sebuah laporan di China menyebut 14,8 persen pasien COVID-19 mengalami keluhan nyeri otot. Sebagai pembanding, gejala lain seperti demam ditemukan pada 87,9 persen pasien, batu kering 67,7 persen, kelelahan 38,1 persen, sesak napas 18,6 persen.

Memangnya, apa hubungannya?
Sebagian besar nyeri otot dipicu oleh radang atau inflamasi. Gejala ini sebenarnya bukan hal yang asing pada infeksi virus apapun. Diyakini, infeksi menyebabkan kerusakan pada serat otot dan reaksi radang di dalam tubuh.

Saturday, May 2, 2020

Ilmuwan Korsel Sebut Pasien Virus Corona Tidak Bisa Kambuh Lagi


Kasir4D Para ilmuwan di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Korea Selatan, mengungkapkan bahwa seseorang yang telah sembuh dari virus Corona COVID-19 tidak bisa kambuh lagi atau virus kembali aktif.

Menurut mereka, laporan sebelumnya yang menyebut ada kasus pasien yang sembuh kembali terindikasi positif karena adanya kesalahan saat pengujian.
 

Ada laporan sebanyak 277 pasien Corona yang sembuh di Korea Selatan (Korsel) kembali positif. 




Hal ini memunculkan kekhawatiran mengatakan virus tersebut bisa bermutasi dengan cepat, sehingga sistem imunitas tidak bisa mencegahnya.

Tetapi, hal itu belum bisa dibuktikan. Ini karena belum ada penelitian yang menemukan adanya perubahan substansial hingga bisa menyamarkan virus tersebut dari sistem kekebalan tubuh.

CDC Korea Selatan mengungkapkan bahwa hasil tes pasien yang diduga kambuh itu adalah hasil positif palsu.


Hal ini terjadi karena tes yang digunakan tidak bisa membedakan antara jejak virus masih hidup dan yang sudah mati di dalam tubuh.

Dikutip dari Sky, CDC juga menambahkan bahwa virus Corona tidak seperti HIV dan cacar air. Virus Corona tidak bisa menembus inti sel manusia, bertahan di dalam sana selama bertahun-tahun hingga akhirnya aktif atau kambuh lagi. Togel Online

"Ini berarti virus Corona tidak menyebabkan infeksi kronis atau kambuh," kata Ketua komite CDC Korsel Dr Oh Myoung-don.

Friday, May 1, 2020

Antibodi Hewan Llama Disebut Berpotensi Jadi Vaksin Corona


Kasir4D Hasil uji coba obat remdesivir sebelumnya disebut menunjukkan 'hasil yang baik' pada lima puluh persen pasien Corona.

Klorokuin pun telah banyak digunakan untuk merawat pasien Corona, dan diklaim efektif dalam mengobati pasien di saat kini para ilmuwan tengah berusaha menciptakan vaksin Corona.

Sementara itu, sebuah studi dari Texas University di Austin, National Institutes of Health dan Ghent University di Belgia, mengungkap kalau menemukan vaksin potensial untuk virus Corona COVID-19.


Vaksin tersebut berasal dari llama. Berdasarkan laporan para peneliti, llama memiliki antibodi yang mampu mengobati pasien Corona. Antibodi ini dinilai efektif dalam membunuh virus Corona COVID-19.

Llama disebut memiliki sistem kekebalan yang mampu mendeteksi patogen asing yang masuk ke dalam tubuh seperti balteri dan virus. Disebutkan llama akan menghasilkan dua jenis antibodi, salah satunya mirip dengan antibodi manusia.

"Itu membuat mereka berpotensi sangat menarik sebagai obat untuk patogen pernapasan karena mengirimkannya langsung ke tempat infeksi," kata Daniel Wrapp, di lab McLellan, penulis pendamping pertama penelitian.

Selain itu dalam penelitian ini disebutkan para peneliti tengah merekayasa dua salinan jenis antibodi dari llama untuk membuat antibodi baru. Dua salinan ini diambil dari antibodi yang melawan virus SARS sebelumnya.


Hasil tes menunjukkan bahwa antibodi llama efektif memblokir virus SARS-COV-2 ketika mereka menginfeksi sel inang.

"Ini adalah salah satu antibodi pertama yang dikenal berhasil menetralkan SARS-CoV-2," kata Jason McLellan, profesor associate biosains molekuler di UT Austin dan rekan penulis senior. Togel Online

"Dengan terapi antibodi, Anda secara langsung memberi seseorang antibodi pelindung sebelum terinfeksi.


Antibodi juga dapat digunakan untuk mengobati seseorang yang sudah sakit untuk mengurangi keparahan penyakit," ujarnya, dikutip dari The Times.